Rabu, 29 Desember 2010

Pulau Komodo Urutan Ke-10 Situs Keajaiban Dunia

ENDE, NTT: Posisi Pulau Komodo kini menempati urutan 10 dalam pemungutan suara tujuh keajaiban dunia yang digelar oleh New7wonder Foundation.

Taman Nasional Komodo berhasil masuk 10 besar setelah sebelumnya sempat terlempar ke posisi 14 dari 28 finalis peserta situs tujuh keajaiban dunia kategori alam.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan Pulau Komodo bisa menembus posisi tujuh besar menjelang akhir pemungutan suara pada November 2011.

“Kami akan meningkatkan kampanye dan sosialisasi agar masyarakat memberikan suaranya. Saya yakin nanti posisi Komodo bisa tembus tujuh besar. Posisi 10 itu juga sudah bagus,” ujarnya di sela-sela kunjungan Wapres Boediono ke Ende dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, hari ini.

Wapres Boediono dan sejumlah menteri mengunjungi Taman Nasional Komodo untuk memberikan suaranya dalam pemungutan suara calon situs tujuh keajaiban dunia. Pemberian suara oleh Wapres diharapkan dapat menggugah masyarakat untuk ikut memberikan suaranya.

Pemungutan suara bisa diberikan oleh masyarakat Indonesia melalui situs www.new7wonder.com. Dalam situs itu, posisi Komodo kini berada di urutan 10. Urutan pertama ditempati oleh objek wisata Halong Bay di Vietnam, kemudian diikuti oleh delta sungai Sundar Bans di Bangladesh, air terjun Iguazu di Brasil, hutan hujan tropis dan Amazon di Amerika Latin.

Posisi Komodo sempat bercokol di urutan ke-5 beberapa saat setelah panitia menetapkan 28 finalis pada 21 Juli 2009. Komodo berhasil masuk sebagai 28 finalis yang berhak melanjutkan ke tahap final setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara. Pengumuman pemenang akhir akan dilakukan pada 11 November 2011.

Pada Juni 2010 posisi Komodo sempat terlempar ke urutan 14, dan kini posisinya membaik di peringkat 10. Kadal raksasa dengan nama latin Varanus komodoensis itu menghuni Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dan dinilai sebagai lokasi alam yang unik di dunia karena mempunyai salah satu hewan peninggalan prasejarah.

Jero Wacik mengatakan pihaknya terus berjuang untuk mengampanyekan Pulau Komodo sebagai salah satu tujuan wisata kepada turis domestik maupun asing.



“Yang penting kita berjuang. Nanti kalau sudah dietapkan, saya yakin infrastruktur dan sarana ke Komodo akan semakin membaik. [Perbaikan infrastruktur] itu akibat yang akan ditimbulkan,” ujarnya.

Dia mengatakan Pemerintah Indonesia juga sudah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Swiss pada September 2010 untuk mengembangkan potensi wisata di Pulau Flores dan kawasan Nusa Tenggara Timur. Kerja sama itu dalam bentuk bantuan perbaikan manajemen dan operasional yang akan berlangsung hingga 2013. Bantuan diberikan secara bertahap setiap tahun.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan kerja sama dengan Pemerintah Swiss itu dapat membantu pemda di Pulau Flores untuk memperbaiki manajemen pengelolaan wisata, termasuk Pulau Komodo dan danau tiga warna Kelimutu.

Bantuan Pemerintah Swiss berupa manajemen pengelolaan senilai US$5 juta yang dikucurkan bertahap selama 4 tahun, yakni 2009 - 2013. Swiss diharapkan dapat menggenjot kunjungan wisatawan ke Pulau Flores karena telah berpengalaman dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi pariwisata selama ratusan tahun.

Target akhir kerja sama ini yakni peningkatan kunjungan wisatawan asing dari 25.000 orang pada 2008 menjadi 45.000 pada 2013.(er)

Sumber: kaskus.us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar